Handicraft Center kok judulnya 'Pondok Dahar Lauk Jogja'? Mmmm... nama memang tidak perlu literally nyambung, kan? Bisa karena kami memang berasal dari Jogja, bisa juga karena memang pusat hobi kami ini dirintis dari rumah makan mungil kami, Pondok Dahar Lauk Jogja (back to 2011)...
However, pusat hobi kami ini berkarya dalam aneka handicraft
Jogja seperti bambu ulir cendani, vas & meja set gerabah Kasongan, vas kayu minimalis, serta rupa-rupa handicraft yang tak mesti berlabel 'Jogja' semisal bunga rangkai aneka jenis, ranting hias, lukisan bunga, pigura 3D, serta buah & pohon topiary artificial.
Pokoknya Jogja and Florist Enthusiast untuk Anda yang berkediaman di Bekasi dan sekitarnya...

Untuk navigasi cepat ke 'KATALOG UPDATE TERAKHIR' kami, klik di sini...

header gambar laukkita

Hot Items

HOT ITEMS :
* Handicraft Bambu Ulir : Bambu Ulir Cendani Aneka Model
* Handicraft Vas Gerabah : Vas Gerabah Aneka Model
* Handicraft Ranting Hias : Ranting Inul Aneka Model

Senin, 07 Desember 2015

Taman Bunga 'Kebun Begonia' Lembang

Kami mengetahui adanya Kebun Begonia dari cerita adik ipar dan media sosial. Bayangan awal kami mengenai tempat ini adalah hamparan luas yang tertutupi lautan tanaman begonia, di mana kita bisa berjalan-jalan, duduk-duduk, atau bahkan merebahkan diri di antara pucuk-pucuk begonia.
Well, kenyataannya mungkin tidak sama persis dengan itu. Alih-alih hamparan padang begonia, kami dapati bahwa tanaman di kebun ini umumnya tumbuh di pot, walaupun memang sebagian lagi benar-benar tumbuh rendah di tanah. Namun sama sekali tidak dapat dikatakan membentuk 'permadani balinea'. Untuk mendapatkan hasil foto seolah berada di tengah lautan bunga seperti foto di sebelah kanan, suami harus mencoba berbagai angle. Tetapi bahwa tempat ini menawarkan tempat yang asyik untuk berfoto narsis/seflie, itu memang benar adanya... bahkan sepertinya memang hal inilah jualan utama Kebun Begonia.
Kebun Begonia terletak persis di tepi jalan Maribaya, sebelah kanan dari arah Lembang, tepat bersebelahan dengan lokasi Rumah Bunga Rizal. Dari Pasar Lembang kita ambil arah ke Maribaya, melewati De'Ranch, Sespim Polri (tugu helikopter), terus saja mengikuti jalan utama hingga tiba di lokasi : Jl. Maribaya no. 120A.
Parkir kendaraan Kebun Begonia tidak terlalu luas. Jika kehabisan tempat memang agak sulit karena parkir di luar lokasi (di tepi jalan Maribaya) pun kurang nyaman karena jalannya tidak terlampau lebar. Disarankan datang pagi-pagi ke sini.
Parkir mobil/bus di depan kantor Kebun Begonia berlantai 2 (kiri); parkir motor (kanan)

Loket penjualan tiket terletak di ujung parkiran mobil, alias dekat gerbang masuk. HTM Hari Sabtu/Ahad/Libur saat itu (10 Januari 2016) sebesar Rp. 10.000/orang jika kita hanya membawa HP untuk berfoto-foto di dalam. Jika membawa kamera profesional dikenakan ekstra biaya Rp. 50.000. Kebun Begonia ternyata juga menawarkan paket sesi foto prewedding seharga Rp. 250.000/2 jam (termasuk tiket masuk untuk 5 orang).

 Gerbang masuk dijaga oleh akang-akang yang ramah (kiri); suasana di dalam cukup crowded oleh pengunjung yang foto sana-sini. Kebun Begonia menyediakan topi anyaman daun yang dapat dipakai oleh pengunjung selama berada di dalam - kecuali kehabisan stok topi, hehehe... - karena di dalam memang panas apabila matahari bersinar terik mengingat konsep taman di sini adalah tanpa pohon pelindung (kanan)
 




Bagian dalam Kebun Begonia tidak terlampau luas. Setelah masuk ke dalam, aktivitas utama pengunjung di sini hanya satu : berburu spot yang paling strategis untuk berfoto! Walhasil area yang tidak terlampau luas dan cukup panas karena minimnya pohon pelindung ini pun menjadi cukup hiruk-pikuk dengan pergerakan para pengunjung menjelajah ke segala penjuru. Satu jam sepertinya sudah lebih dari cukup untuk mengeksplorasi segenap sudut kebun dan memperoleh puluhan foto narsis. Selain itu, apa lagi yang bisa dilakukan di sini?

 Terdapat sebuah kandang kelinci, di mana kita bisa memberi makan kelinci-kelinci tersebut. Hanya yang sudah membayar tiket yang boleh masuk ke dalam kandang (kiri); tak jauh dari kandang kelinci terdapat sebuah greenhouse yang tampaknya merupakan rumah pembibitan tanaman yang akan ditanam di Kebun Begonia (kanan)

 Beberapa jenis bibit tanaman di dalam greenhouse. Penataan dan suasana di dalam greenhouse terlihat kurang rapi. Kurang jelas apakah sebenarnya pengunjung boleh masuk ke dalamnya atau tidak, karena apabila rumah ini boleh dimasuki pengunjung maka semestinya suasana di dalamnya rapi dan bersih.

Di bagian belakang Kebun Begonia terdapat jenis wisata petik tanaman (sayuran) segar. Pengunjung akan dipandu oleh seorang petugas yang menemani berkeliling kebun sayur, memetikkan/mencabut sayuran yang dikehendaki, lalu menimbangnya. Harga yang dikenakan berbeda-beda tergantung jenis sayuran yang sedang panen hari itu, dan berat/banyaknya. Pengunjung dapat menimbang dan membungkus sayur petik segarnya di booth Tempat Penimbangan dan Pembayaran Syuran.


Kebun Begonia juga menjual tanaman bagi pengunjung yang tertarik untuk membudidayakannya di rumah. Aneka jenis tanaman di-display di galeri yang terdapat tepat di hadapan gerbang masuk Kebun Begonia (ada di luar kebun, tampaknya diposisikan sebagai wahana terakhir yang dikunjungi sebelum naik kembali ke kendaraan untuk pulang). Harganya variatif, namun secara umum tidak memberatkan kantong...
Terdapat pula sebuah cafe di bilangan area parkir depan. Pengunjung bisa makan-minum di sini.


Terakhir yang menurut kami menarik adalah photo mug. Terdapat sebuah booth/galery photo mug di bagian tengah kebun bunga yang menawarkan mug putih dengan cetakan foto yang diambil di bagian mana saja dari Kebun Begonia yang pengunjung inginkan. Harga 1 mug bercetak foto pengunjung hanya Rp. 30.000. Prosesnya cukup cepat, sekitar 15 menit saja. Jangan lupa juga meng-copy file foto kita ke flashdisk atau HP, supaya kita masih bisa menggunakan file tersebut di kemudian hari.
Ketika kami mencoba photo mug, ternyata mesin pencetaknya sedang agak ngadat sehingga mug kami tidak bisa segera jadi. Kang Hendi yang ketika itu bertugas menjaga booth ini mengatakan bahwa mug baru jadi sekitar pukul 17.00, sementara kami sudah harus meninggalkan Kebun Begonia pada pukul 15.00. Wah, sayang dong kalau sampai batal. Akhirnya setelah berunding dengan Kang Hendi - dari hasil obrolan si akang dengan suami kami, tampaknya Kang Hendi sering mengikuti kajian di Darut Tauhid, Geger Kalong - mug akan diantarkan ke lokasi kunjungan kami setelah dari Kebun Begonia, yaitu Tahu Susu Lembang, segera setelah mug selesai dicetak. 
Kami pun membayar harga photo mug, lalu pergi ke Tahu Susu Lembang sesuai jadwal. Tak berapa lama Kang Hendi meng-SMS suami bahwa mug sudah akan selesai sekitar pukul 16.00. Yeayy... lebih cepat artinya! Dan benar saja, sekitar pukul 16.00 lebih sedikit Kang Hendi sudah nongol di Tahu Susu Lembang, membawa mug kami. Hatur nuhun kang...

Tentang begonia :
Begonia adalah tanaman tropis dengan adaptasi yang luas. Sangat cocok untuk ditanam dalam jumlah besar sebagai tanaman hias, cocok untuk taman kota, hotel, dan pekarangan.
Begonia memiliki sifat :
  • Berbunga lebat sepanjang musim
  • Tahan cuaca panas dan hujan
  • Cocok ditempatkan dimana saja
  • Cocok untuk dataran tinggi dan rendah

Secara umum pemeliharaan balinea meliputi penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama dan penyalit. Begonia cocok ditanam pada pot besar dan dengan jumlah yang banyak. Penyiraman dilakukan setiap hari atau sesuaikan dengan kelembaban media, penyiraman yang baik adalah melalui media tanam, tanpa menyiram tanaman sehingga tercipta kondisi basah pada media tetapi kering pada bagian atas tanaman.
Gunakan pupuk yang mengandung N, P, dan K yang cukup untuk mendorong pertumbuhan yang lebih baik. Bisa juga menggunakan pupuk slow release setiap 3-4 bulan sekali.
Metode pengendalian hama dan penyakit disesuaikan dengan tingkat serangan, cara yang efektif dalam pengendalian hama dan penyakit adalah dengan pencegahan melalui sanitasi yang tepat dan hindari penggunaan pestisida berlebihan. 
sumber :http://www.kebunbegonia.com/panduan-balinea.html

Must have item : bambu ulir aneka jenis, klik di sini (bambu ulir)...
Begonia adalah genus dalam keluarga tanaman berbunga Begoniaceae. Satu-satunya anggota keluarga lain Begoniaceae adalah Hillebrandia, genus dengan spesies tunggal di Kepulauan Hawaii. Terdapat pula genus Symbegonia yang baru-baru ini dimasukkan ke dalam Begonia. 
'Begonia' adalah nama umum serta nama generik untuk semua anggota genus. Nama genus ini diciptakan oleh Charles Plumier - seorang tokoh botani dari Perancis - sebagai bentuk penghormatan pada Michel Begon de la Picardiere, mantan gubernur koloni Perancis Haiti. Nama Begonia kemudian secara resmi diadopsi oleh Linnaeus.
Dengan anggota lebih dari 1500 spesies, Begonia adalah salah satu dari sepuluh jenis angiosperma terbesar. Begonia umumnya bersifat terestrial (tumbuh di atas tanah), meski kadang-kadang epifit (hidup menempel pada batang pohon lain). Begonia tumbuh subur di daerah beriklim lembab subtropis dan tropis, di Amerika Selatan dan Tengah, Afrika dan Asia Selatan. Spesies terestrial di alam liar biasanya tumbuh tegak bertangkai, atau merambat di atas tanah. 
Tanaman begonia umumnya berumah satu, dengan bunga-bunga berkelamin jantan dan betina yang tumbuh secara terpisah pada individu tanaman yang sama. Bunga jantan memiliki banyak benang sari, sedangkan bunga betina memiliki putik rendah yang besar, dan 2-4 stigma bercabang atau bengkok.  Daun yang biasanya berukuran cukup besar, umumnya berbentuk asimetris (tidak sama sisi). 
Masalah yang biasanya dihadapai dalam tumbuhan begonia adalah serangan kutu putih, tungau, hama, lalat putih, embun tepung, busuk batang, rimpang busuk, dan hewan kecil nematoda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar