Handicraft Center kok judulnya 'Pondok Dahar Lauk Jogja'? Mmmm... nama memang tidak perlu literally nyambung, kan? Bisa karena kami memang berasal dari Jogja, bisa juga karena memang pusat hobi kami ini dirintis dari rumah makan mungil kami, Pondok Dahar Lauk Jogja (back to 2011)...
However, pusat hobi kami ini berkarya dalam aneka handicraft
Jogja seperti bambu ulir cendani, vas & meja set gerabah Kasongan, vas kayu minimalis, serta rupa-rupa handicraft yang tak mesti berlabel 'Jogja' semisal bunga rangkai aneka jenis, ranting hias, lukisan bunga, pigura 3D, serta buah & pohon topiary artificial.
Pokoknya Jogja and Florist Enthusiast untuk Anda yang berkediaman di Bekasi dan sekitarnya...

Untuk navigasi cepat ke 'KATALOG UPDATE TERAKHIR' kami, klik di sini...

header gambar laukkita

Hot Items

HOT ITEMS :
* Handicraft Bambu Ulir : Bambu Ulir Cendani Aneka Model
* Handicraft Vas Gerabah : Vas Gerabah Aneka Model
* Handicraft Ranting Hias : Ranting Inul Aneka Model

Senin, 28 November 2016

Kebun Teh Gunung Mas Puncak

Kebun Teh Gunung Mas yang mengusung tagline 'favourite place for refreshing & sport' ini berlokasi di Jl. Raya Puncak km. 87, Kotak Pos 6, Cisarua, Kab. Bogor - 16750, tepatnya di sebelah kanan jalan dari arah Jakarta/bawah, tak seberapa jauh dari Puncak Pass.
Aneka produk ranting inul, detil klik di sini...
Kebun teh yang berada di bawah manajemen PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) ini merupakan salah satu perkebunan teh terluas di Jawa Barat. Terletak di dataran berketinggian 800-1200m DPL yang sejuk dengan temperatur udara rata-rata 12-22 derajat C, area kebun teh ini memang tercipta untuk menjadi tempat beristirahat dan rekreasi yang nyaman.  

Belokan ke arah kanan menuju lokasi Gunung Mas ditandai oleh landmark berupa botol teh raksasa tepat di sisi kanan Jl. Raya Puncak (foto kiri bawah). Tea experience merupakan objek wisata utama di sini, yaitu kegiatan rekreasi berupa jalan santai mengelilingi area perkebunan teh sambil berfoto-foto (foto kanan bawah). Manajemen Gunung Mas pun menyediakan fasilitas olahraga seperti paralayang, outbound, flying fox, berkuda, tenis, serta aktivitas di tengah alam lain semisal berkemah, memancing, dan lain-lain.

Tiket masuk ke Gunung Mas sebesar Rp.15.000/orang, dan Rp.7500/mobil pribadi. Selain itu masih ada asuransi Rp.500/orang (foto kiri bawah). Tiap-tiap tiket masuk Rp.15.000 itu ternyata dapat ditukar dengan sebungkus teh hitam (teh celup) isi 6 kantung. Jangan lupa menukarnya di Kantor Agrowisata Gunung Mas ya... (foto kanan bawah).

Tak jauh dari Loket Tiket, kita bisa memilih untuk parkir dulu di area parkir sebelah kiri jalan, atau menuju restoran Tea Corner, atau menuju sebelah kanan jalan ke area kuda tunggang, atau langsung terus ke arah atas menuju area Kantor Agrowisata seperti yang ditunjukkan oleh plang penanda arah berbentuk daun teh (foto kiri bawah). Di sekitar area parkir sebelah kiri jalan terdapat kios-kios pedagang yang menjajakan aneka barang dan suvenir.... (foto kanan bawah),

... dan beberapa fasilitas permainan anak yang sayangnya kami perhatikan tak semuanya masih beroperasi (foto kiri bawah).

Masih di seputaran area parkir sebelah kiri ini juga terdapat fasilitas Family Camp dan Outbound (foto kiri bawah), dan kolam terapi ikan yang tampaknya menjadi salah satu andalan Gunung Mas (foto kanan bawah). 

Jika Anda mau, bisa juga menggelar tikar untuk piknik di taman seputaran area parkir bawah ini. Anda tak perlu membawa tikar khusus dari rumah karena di sini cukup banyak penyedia jasa penyewaan tikar yang cukup bersih dan tergolong tidak mahal (foto sebelah kiri)... Kami sarankan untuk membawa kantung sampah sendiri agar tidak mengotori lingkungan.
Fasilitas toilet cukup banyak tersedia di sini. Kondisinya pun bersih dan terawat.


Setelah puas mengubek fasilitas di seputaran area parkir kiri jalan ini, kita bisa mengarahkan mobil ke area kantor Agrowisata, menuju kantung parkir atas yang berkapasitas cukup luas di pelataran ex pabrik teh Perkebunan Gunung Mas (foto kiri bawah). Di sebelah kiri gedung ex pabrik ini terdapat Cafe Teras Walini yang menjajakan aneka jajanan dan cemilan-minuman hangat... Lebih dari cukup lah untuk sekedar mengusir dingin (foto kanan bawah).

Jika Anda ingin mencoba bandrek tradisional pun, terdapat tukang bandrek yang mangkal di sekitar area parkir atas ini. Salah satu jajanan hangat yang layak dicoba... (foto kiri bawah). Landmark Gunung Mas Tea Hills tepat di depan gedung ex pabrik teh yang semestinya tak luput untuk dijadikan latar belakang berfoto-foto (kanan bawah).

Kantor Agrowisata Gunung Mas (foto kanan bawah). Kita bisa mendapatkan aneka informasi seputar fasilitas Gunung Mas (dan tentunya menukar tiket masuk dengan teh celup!).

Berikut adalah informasi-informasi terkait akomodasi (hotel) dan hidangan di Perkebunan Teh Gunung Mas yang kami peroleh di Kantor Agrowisata... in sya Allah ada manfaatnya untuk Anda...


Mengenai akomodasi penginapan, menurut kami sih harga yang dipatok manajemen Gunung Mas cukup tinggi untuk kelasnya. Kami akan lebih memilih mencari hotel sekelas saja dengan harga lebih murah yang cukup banyak tersedia di sepanjang Jl. Raya Puncak. Kecuali jika Anda memang sedang hanya beraktivitas di area Perkebunan Gunung Mas, maka akomodasi di dalam komplek ini bisa dipertimbangkan.

Perkebunan Teh Gunung Mas menyediakan Masjid Al Bustan yang luas dan nyaman di sebelah Kantor Agrowisata. Terletak agak ke dalam alias agak jauh dari jalan utama membuat suasana di dalam masjid sangat tenang, pas untuk beribadah. Air wudhu terasa dingin, khas air pegunungan...

Damai sekali rasanya melihat bangunan di kawasan Perkebunan Gunung Mas beratapkan genting tersaput lumut (foto kiri bawah)... kesannya adem dan menenangkan. Tapi tak hanya itu, seluruh kawasan ini memang tampaknya membawa efek menenangkan bagi kita.

Agak naik sedikit dari area parkir atas, tepat di sayap kiri gedung ex pabrik teh ini, terdapat fasilitas edukasi Tea Gallery (foto kanan bawah) yang dapat kita kunjungi untuk memperkaya wawasan tentang perkebunan teh dan pengolahannya menjadi produk teh siap konsumsi.

Membaca dari web Gunung Mas bahwa di sini tersedia aktivitas Factory Tour, kami sempat masuk ke dalam Tea Gallery lewat pintu besar berwarna hijaunya, dan berbincang sejenak dengan seorang manager pengelola kawasan ini. Ternyata sudah sekitar 3 tahun aktivitas produksi teh di pabrik Gunung Mas dihentikan sehingga pengunjung tak lagi dapat mencoba Factory Tour. Di dalam ruang tamu yang cukup luas ini (dulunya tampaknya ruang ini adalah bagian dari area kantor pabrik) kita hanya bisa melihat-lihat foto-foto lama ketika pabrik Gunung Mas masih beroperasi. Juga logo-logo SNI dan Manajemen Mutu lainnya sebagai penanda bahwa produk teh buatan PTPN VIII sudah mendapatkan sertifikasi kualitas kelas internasional (foto kanan bawah). Di ujung ruang tamu terdapat kios kecil yang menjual aneka produk teh PTPN VIII (foto kiri bawah). Masih menurut sang manager, saat ini bahan baku teh untuk kegiatan produksi disuplai dari perkebunan Rancabali di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung. Cukup disayangkan memang kita tidak lagi dapat melihat langsung operasional produksi teh di sini, karena hal ini sebenarnya tentu akan menambah wawasan. 

Naik lagi ke atas dari Tea Gallery, kita diarahkan melalui jalan aspal menanjak menuju area kolam (foto kiri bawah). Kami masih melihat truk membawa muatan sedang ditimbang di sebuah jembatan timbang (foto kanan bawah).

Terdapat 2 buah kolam di daerah ini yaitu kolam besar di mana kita bisa menyewa perahu bebek, dan sebuah kolam yang lebih kecil tempat perahu kincir air untuk anak-anak. Lebih ke atas lagi sebenarnya terdapat kolam renang, tapi karena memang kami tidak berniat untuk berenang maka kami tidak pergi ke sana.

Selain di sekitar area parkir bawah, terdapat pula hamparan perkebunan teh untuk melakukan tea walk di sekitar jalan utama menuju area parkir atas. Kontur area kebun teh di bawah menurut pengamatan kami lebih landai daripada sebagian kontur kebun teh di area atas. Walaupun memang di area atas pun ada sih kebun teh berkontur relatif datar di mana kita bisa melakukan aktivitas tea walk ringan.
Bagi pengunjung wanita yang sedang hamil kami sarankan untuk berjalan santai saja di perkebunan teh yang berkontur cukup datar. Kami memang tidak sampai naik ke bagian puncak perkebunan teh di area atas, tetapi dari cerita suami dan putri kami, naik ke atas cukup menguras tenaga karena medannya memang ternyata cukup curam.
Area perkebunan teh Gunung Mas sebenarnya tidak hanya terdapat di Kawasan Agrowisata sebelah kanan jalan ini. Dari informasi staff Gunung Mas, ternyata area kebun teh Gunung Mas pun terdapat pula di sisi kiri Jl. Raya Puncak, termasuk yang berada di sekitar objek wisata Riung Gunung, sedikit di atas Kawasan Gunung Mas ini... Wah, luas sekali ternyata...

Kami berada di dalam kawasan Perkebunan Teh Gunung Mas selama sekitar 3 jam. Waktu yang cukup untuk mengeksplorasi ringan seluruh area dan fasilitas yang tersedia di sini. Setelah shalat zuhur, kami bersiap untuk meninggalkan kawasan ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar